UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP 2020/2021-FISIKA DASAR II-KAMPUS ITBI MILENIAL MEDAN
Komponen Generator
Seperti yang diketahui, generator yang sering disebut juga dengan genset berfungsi sebagai pembangkit listrik cadangan saat mengalami pemadaman atau mati listrik. Umumnya genset banyak dipersiapkan terutama untuk tempat umum seperti mall maupun hotel di Indonesia mengingat konndisi listrik konstan yang belum tersedia.
Tempat yang disebutkan di atas telah menjadikan listrik sebagai kebutuhan. Bahkan setiap rumah tangga dan perusahaan mutlak tersedia listrik untuk dapat melakukan berbagai kegiatan sebagai penunjang kerja.
Perusahaan telah menjadikan generator sebagai cadangan listrik yang sangat penting mengingat saat ini aliran listrik diperlukan untuk menjalankan sistem komputer dan manajemen data dalam menunjang kegiatan perusahaan.
Namun, mesin genset masih menjadi misteri bagi sebagian orang. Terdapat ratusan hingga ribuan komponen dalam sebuah genset yang bekerja secara bersama-sama agar mampu menghasilkan listrik cadangan saat diperlukan.
Saat mengalami kerusakan, seakan mesin tersebut menjadi sangat sulit untuk diperbaiki karena tidak mampu diperbaiki sendiri atau bahkan nama komponen yang rusak saja sulit untuk disebutkan.
Hari ini kita tidak akan mencoba untuk mengenal semua komponen genset sekaligus, tetapi akan dikenalkan beberapa komponen utama mesin genset yang tampaknya sangat fital saat mengalami kerusakan.
Komponen-komponen Mesin Generator
Komponen-komponen tersebut antara lain:
- Engine Atau Mesin
- Alternator
- Valve Sistem Bahan Bakar Atau Regulator Bahan Bakar
- Auto Voltage Regulator (AVR ) atau Pengatur Tegangan Automatis
- Speed Control Unit
- Sistem Pendingin dan Knalpot
- Starter
- Sistem pelumasan
- Pengisi baterai
- Panel kendali
- Rangka Utama Dan Casing
Fungsi Komponen Utama Generator
Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat secara singkat fungsi dari tiap bagian mesin generator berikut ini. Sedangkan pembahasan lebih lengkap dapat dilihat pada masing-masing sub artikel yang akan di sajikan berikut ini:
Fungsi Engine Atau Mesin Utama Generator
Engine atau mesin utama merupakan bagian terpenting dari generator. Mesin inilah yang berperan dalam mengerakan generator. Kekuatan atau kapasitor mesin genset ditentukan oleh bagian mesin utama ini.
Fungsi Alternator Generator
Ini merukakan bagian yang menghasilkan energi listrik yang dialirkan keluar sebagai listrik output. Energi listrik ini dihasilkan oleh konversi energi mekanik mesin utama dan perputaran mekanis alternator.
Valve Sistem Bahan Bakar Atau Regulator Bahan Bakar Generator
Bagian ini juga disebut sebagai sistem bahan bakar. bagian valve sangat penting dalam mengatur jumlah intake solar atau gas. Tanpa bagiann ini, bagian tidak dapat berfungsi untuk menghasilkan energi yang dibutuhkannya. Pastikan bahwa ada cukup bahan bakar dan sistem bahan bakar berada dalam kondisi kerja yang tepat untuk meneruskan bahan bakar ke bagian lainnya.
Auto Voltage Regulator (AVR ) atau Pengatur Tegangan Automatis
Bagian ini merupakan pengatur tegangan.
Speed Control Unit Generator
Unit ini merupakan unit sentral pengatur kecepatan putaran mesin yang bekerja melalui exciter. Pembahasan lebih lengkap dapat dilihat pada pembahasan yang berkaitan khusus tentang Speed Control Unit.
Sistem Pendingin dan Knalpot Generator
Sistem ini bertugas mengatur suhu mesin dan gas buang sebuah mesin genset
Starter Generator
Berguna untuk menggerakan mesin genset pada awal dihidupkan
Sistem Pelumasan Generator
Bagian ini merupakan bagian yang sangat penting dalam menjaga keutuhan sebuah mesin yang terus bekerja. Sistem pelumasan mengatur pergerakan mekanis setiap bagian generator agar tidak terjadi aus.
Pengisi baterai
Bagian ini mengisi kembali baterai untuk dapat dipergunakan kembali untuk star mesin
Fungsi Panel Kendali Generator
Panel kendali dipergunakan untuk mengatur berbagai variable yang telah diatur dalam bagian AVR, Gavernor atau speed control dan valve secara elektronis
Fungsi Rangka Utama Dan Casing Generator
Sebagai pelindung atau pengaman dan pengurang emisi suara.
Demikianlah sekilas tentang komponen genset pada artikel ini. Selain nama bagian utama dan fungsi komponen generator pada pembahasan ini, bagian lain dan pembahasan lebih terperinci mengenai fungsi maupun komponen lain dapat dilihat lebih lanjut pada pembahasan secara terpisah.
Selain itu, secara bertahap kami juga akan membahas spesifikasi dari setiap komponen yang banyak dipergunakan pada generator. Semoga bermanfaat.
5).Generator AC bekerja berdasarkan atas prinsip dasar induksi elektromagnetik. Tegangan bolak-balik akan dibangkitkan oleh putaran medan magnetik dalam kumparan jangkar yang diam. Dalam hal ini kumparan medan terletak pada bagian yang sama dengan rotor dari generator.
6).TEORI PENERAPAN RANGAKAIN R.L.C DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI



Yaitu rangkaian yang hanya mengandung kapasitor saja. Gambar dari rangkaian kapasitif ini adalah sebagai berikut:



8).Elektrostatik merupakan salah satu cabang fisika yang berhadapan dengan gaya yang dikeluarkan oleh medan listrik statik (tidak berubah) kepada sebuah objek yang bermuatan. Aplikasi elektrostatik dalam dunia industri digunakan untuk mengatasi masalah limbah debu. Industri yang banyak mengaplikasikannya yaitu seperti PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), pabrik gula, dan pabrik semen. Salah satu penerapannya yaitu penggunaan electrostatic precipitator (ESP).
ElectroStatic Precipitator (ESP) adalah salah satu alternatif penangkap debu dengan effisiensi tinggi (diatas 90%) dan rentang partikel yang didapat cukup besar. Dengan menggunakan electrostatic precipitator (ESP) ini, jumlah limbah debu yang keluar dari cerobong diharapkan hanya sekitar 0,16% (dimana efektifitas penangkapan debu mencapai 99,84%).
Salah satu komponen terpenting dalam proses produksi di Pabrik Gula dan PLTU adalah boiler yang berfungsi sebagai tempat untuk memanaskan air, sehingga menghasilkan uap yang nantinya akan digunakan untuk proses selanjutnya. Pada PLTU, uap ini digunakan untuk memutar turbin uap sebagai penggerak generator. Untuk melakukan kerja, boiler membutuhkan adanya panas yang digunakan untuk memanaskan air. Panas ini disuplai oleh bagian yang disebut dengan ruang bakar atau furnace, dimana pada ruang bakar ini dilengkapi dengan alat pembakaran atau burner. Hasil pembakaran di ruang bakar tersebut akan mengandung banyak debu, mengingat bahan bakar yang digunakan adalah batubara, kemudian debu tersebut akan terbawa bersama gas buang menuju cerobong. Sebelum gas buang tersebut keluar melalui cerobong, maka gas buang tersebut akan melewati kisi-kisi suatu electrostatic precipitator (ESP).
Cara Kerja ElectroStatic Precipitator
Cara kerja dari electrostatic precipitator (ESP) yaitu sebagai berikut :
(1) Melewatkan gas buang (flue gas) melalui suatu medan listrik yang terbentuk antara discharge electrode dengan collector plate, flue gas yang mengandung butiran debu pada awalnya bermuatan netral dan pada saat melewati medan listrik, partikel debu tersebut akan terionisasi sehingga partikel debu tersebut menjadi bermuatan negatif (-).
(2) Partikel debu yang bermuatan negatif (-) selanjutnya menempel pada pelat-pelat pengumpul (collector plate), lihat gambar 4. Debu yang dikumpulkan di collector plate dipindahkan kembali secara periodik dari collector plate melalui suatu getaran (rapping). Debu ini kemudian jatuh ke bak penampung (ash hopper), lihat gambar 1 dan 2, dan dipindahkan (transport) ke flyash silo dengan cara dihembuskan (vacuum).
9).Perbedaan antara gelombang dan getaran adalah bahwa gelombang merupakan getaran yang merambat melalui medium tertentu, atau gelombang bergerak dalam ruangan, sedangkan getaran tidak merambat atau terlokalisasi. Sebagai contoh adalah gelombang bunyi di udara yang berasal dari getaran pita suara manusia.
Contoh getaran, gerakan bolak balik bandul jam, gerakan putaran jarum jam, getaran pita suara saat kita bicara
gelombang= gelombang bunyi saat orang berbicara, gelombang di permukaan air saat mendapat gangguan
gelombang cahaya saat ada lampu menyala.










Komentar
Posting Komentar